Perempuan Punya Cerita, a film by Nia Dinata
Seperti biasa, film2nya Nia Dinata selalu Two Thumbs up…
Dan akhirnya, setelah sempat tertunda,,, gw nonton filmnya Nia Dinata yang Perempuan Punya Cerita.
Film yang bisa dibilang sangat feminis, tapi sangat amat realistis.
(Agak menyesal si, gak nonton filmnya yg Tiga Hari Untuk Selamanya)
Pertamanya mau nonton film ini (baca: perempuan punya cerita) di bioskop, tapi keburu habis,,,,
Akhirnya, kemaren diajak oleh Yani ma Mahel nonton film ini yang versi uncensored.
For free pula. Mantap.
Karena kebetulan ada salah satu komunitas film yang ngadain pameran film, n salah satu film yang diputer Perempuan Punya Cerita.
Film ini, gak kaya film Nia Dinata yg Berbagi Suami.
Memang, konsepnya sama, ada beberapa kejadian yang diangkat di satu film,
tapi satu sama lain gak berhubungan.
Filmnya ada 4 cerita pendek,
1. Cerita dari Pantai
Settingnnya di Kepulauan Seribu, tentang seorang wanita yang berprofesi sebagai dukun beranak di daerah itu.
Dia
ternyata mengidap kanker stadium 3, dan akhirnya suaminya memutuskan
untuk jual rumahnya dan pindah ke Jakarta supaya istrinya di operasi.
Tapi dia gak rela ninggalin anaknya yang autis.
Apalagi setelah anaknya diperkosa sama orang2 di daerahnya dan akhirnya hamil.
Akhirnya untuk menjaga nama baik dia mengaborsi anaknya sendiri, sebelum ke Jakarta.
2. Cerita dari Yogyakarta
Settingnya tentu aja di Jogja, mengangkat masalah virginitas cewek2 di Yogyakarta.
Yang konon kalo kata survey si, 80% cewek di Jogja udh gak virgin lagi.
Ada sedikit ketidak adilan disini, dimana laki-laki mencari perempuan yang masih perawan untuk diperawani.
Di cerita ini, Ada seorang wartawan yang pura2 jadi mahasiswa, dan masuk dalam sekelompok pelajar SMA.
Dia
berusaha mendapatkan informasi, dengan cara memanfaatkan anak sma yang
masih virgin. Dan ternyata, si wartawan ini sama brengseknya dengan
teman2 si cewek polos.
Setelah dia berhasil dapet informasi,dan juga keperawanan si cewek ini.,,, dia meninggalkan si cewek polos.
3. Cerita dari Cibinong
Settingnya tentang sebagian besar kejadian yang terjadi di desa2 di Jawa Barat.
Anak perempuan adalah aset. Kalo punya anak perempuan pasti lebih kaya, daripada punya anak laki.
Yah, ceritanya tentang perdagangan perempuan khususnya anak-anak ke luar negri untuk dijadiin PSK.
Ceritanya ada seorang perempuan, yang bekerja sebagai cleaning service d klab malam.
Karena suaminya brengsek (memanfaatkan anaknya untuk memenuhi hasratnya) , dia lari ke rumah temannya.
Disana dia bertemu sama calo child trafficking ini, dia udah kekeh gak membiarkan anaknya jadi artis (katanya si calo).
Alasannya sederhana, masi kecil, harus sekolah.
Tapi karena temennya, akhirnya si anak berhasil dibawa ke Taiwan.
Kalo di versi film ini si, ceritanya si anak dikawinin sama cowok Taiwan yang lebih tua.
4. Cerita dari Jakarta
Ceritanya tentang seorang janda, yang suaminya mati karena drugs user dan juga kena AIDS.
Dia pun gak luput dari AIDS.
Akhirnya tinggal dia sama anaknya.
Orangtua
suaminya gak menerima kenyataan anaknya yang gak bener, dia menyalahkan
cewek ini sebagai sumber AIDS, makanya anaknya mau diambil dari ibunya.
Pertamanya
perempuan ini masih memepertahankan anaknya, namun akhirnya sampailah
pada satu titik dimana dia lihat, kondisinya semakin lemah, kalo dia
meninggal bagaimana anaknya.
Akhirnya dia memutuskan anaknya dibiarkan diasuh sama mertuanya.
Mengapa film ini menarik?
Karena realitanya ada di sekitar kita, bener-bener Indonesia banget.
Dan kita bisa lihat buktinya dengan mata kepala kita sendiri kalo mau.
Bukan sekedar film yang hanya mengumbar cinta, dan juga khayalan2 belaka.
Film yang patut ditonton oleh orang Indonesia.
Bukan cuma perempuan, tapi laki-laki juga untuk melihat betapa sengsaranya perempuan kalau laki-laki mempermainkan perempuan.
Tapi, tetep aja ada yang kurang dari cerita film ini,
Soalnya
masing-masing cerita bisa dibilang ceritanya kurang tuntas/ masih
gantung,, (berdasarkan pendapat gw dan Yani sih,, hehehehe).
Two Thumbs Up for this movie,
Gak nyesel lah nontonnya.